Suatu hari ada satu orang pemuda yang mempunyai istri yang
sangat cantik dan ia tinggal dengan kedua orang tuanya.. sekilas harusnya ada
rasa bahagia yang terpancar di dalam keluarga yang lengkap tetapi tidak untuk
pasangan keluarga ini. Sang mantu tidak memperlakukan mama dan papa sang suami
dengan baik, bak bagaikan kedua pembantu itulah yang dilakukan sang istri
setiap hari tanpa sepengetahuan sang suami.
Suatu hari dikarenakan kesehatan sang mama yang sedang tidak
baik ia meminta tolong kepada sang menantu untuk mengganti pekerjaannya, “Nak,
Mama sedang kurang sehat hari ini, apa boleh mama minta tolong kamu untuk
membantu mama membersihkan rumah untuk hari ini?” sepontan sang menantu
memberikan jawaban yang kurang baik “SAYA TIDAK MAU DAN TIDAK PEDULI MAU MAMA SAKIT
APAPUN ITU TETAP MAMA HARUS MEMBERSIHKAN RUMAH INI, SEBENTAR LAGI SUAMIKU PULANG
DARI TEMPAT KERJANYA DAN SESAMPAINYA DI RUMAH HARUS NYAMAN DAN SUDAH BERSIH. Akhirnya
dengan berat hati sang mama membersihkan rumah walaupun sedang sakit.
Sesampainya suami dirumah seperti biasa ia bertanya dengan
istrinya untuk keadaan hari ini, “ Bagaimana keadaan kamu seharian ini? Baik-baik
saja kah? “ sang istri lalu menjawab “ ya, begitulah untuk hari ini. Sebenarnya
saya sedang tidak enak badan dan saya tidak bisa membersihkan rumah ini. Lalu
saya meminta bantuan papa dan mama untuk membantu membersihkan rumah ini, namun
aku malah dibentak dan diperlakukan bak pembantu. Dan mereka enak-enaknya untuk
beristirahat di kamar mereka. Saya ada kepikiran bagaiman jika papa dan mama
kita taruh saja dipanti jompo, di tempat itu mereka dapat bahagia dan mempunyai
banyak teman disana dan tidak merepotkan kita di rumah ini. Tinggal kita
membayarnya dan semua itu selesai dan beres.
Karena kesibukan dan kelelahan yang seharian tanpa berpikir
panjang lagi ia langsung bergegas untuk kekamar papa dan mamanya mempacking semua
pakaian dan diajaklah papa dan mamanya memasuki mobilnya lalu bergegas menuju
panti jompo tempat papa dan mamanya akan ditaruh disana. Sesudah itu ia dan
sang istri kembali kerumah dan meninggalkan papa dan mamanya di panti jompo. Sesudah
sesampainya di rumah ada satu tetangga yang memperhatikan pasangan suami istri
ini pulang tanpa papa dan mamanya yang ia ajak tadi.
Lalu tetangga ini datang menghampiri sang pemuda ini dan
bertanya, “ Nak, tadi bapak melihat kamu pergi bersama papa dan mamamu lalu
mengapa kau kembali tanpa papa dan mamamu?” lalu pemuda ini menjawab “ iya, pak
baru saja saya menaruh papa dan mama saya dipanti jompo agar mereka tidak merepotkan
kami di rumah ini”. Sepontan tetangga ini pun kaget atas pernyataan pemuda ini
dan berkata “ Nak, ada waktu sebentar? Bapak ingin berbicara dengan kamu?” dan
ia pun menjawab “ boleh pak, kebetulan saya ada waktu.
Lalu sesi pembicaraan dimulai. “ Nak, dulu pas kamu dan papa
mama kamu pindah di rumah ini dan kondisi papa dan mamamu masih sehat, papa dan
mamamu ada kebiasaan yang sering di jalani beliau sering berjalan kaki dan
sering menyapa para tetangga disini termasuk saya. Lalu beliau berbicara tentang
masa kecilmu. Dulu ketika kamu lahir papa dan mamau sangat miskin sekali. Sehari-hari
ia hanya memulung untuk kehidupannya sehari-hari. Saat hari kelahiranmu papamu
sangatlah senang akan tetapi mamamu memikirkan bagaimana jika anak kita
dititipkan kepanti asuhan. Papamu menjawab “ TIDAK!!! SAMPAI KAPANPUN TIDAK!!!.
INI ADALAH ANAK KITA DAN KITALAH YANG AKAN MEMBESARKANNYA, PAPA AKAN BANTING
TULANG DARI SAMPAH KE SAMPAH AGAR KELAK ANAK INI SUKSES DAN BERHASIL”.
Kenyataannya anak tersebut sudah sukses dan mempunyai
segalanya baik istri yang cantik dan banyak harta juga. Mendengar hal itu
pemuda ini tersontak kaget dan menyesali yang telah dia lakukan pada papa dan
mamanya yang telah ia buang ke panti jompo. Segera ia bergegas kepanti jompo
untuk meminta maaf dan membawanya kembali kerumah, merawat hingga orangtuanya
meninggal dunia.
Dicerita ini kita bisa mengambil kesimpulan ada 2 cases
yaitu panti asuhan dan panti jompo. Disatu sisi ada yang sudah lama
mengharapkan kelahiran seorang bayi dan berat hati ingin menaruhnya di panti
asuhan, namun tekad yang kuat untuk membesarkannya dengan sekuat tenaga sampai
ia bisa menikmati kehidupannya sekarang. Tetapi ada satu orang anak yang tega
membuang orangtuanya ke panti jompo tanpa memikirkan bagaimana hancurnya
perasaan papa dan mamanya saat itu dan tidak memikirkan bagaimana perjuangan
yang dilalui untuk membesarkannya sampai ia besar. DARI SAMPAH KE SAMPAH UNTUK
ANAKNYA YANG UTAMA.
Ada satu pepatah mungkin anda pernah mendengarnya orang tua
kita ( Ayah dan Ibu kita ) mampu merawat 10 anak tanpa memikirkan betapa
sulitnya disaat itu, AKAN TETAPI 10 ORANG ANAK BELUM TENTU MAMPU ORANG TUANYA (
Ayah dan Ibu kita ). Dan orang tua di masa tuanya bagaikan seperti bola basket
yang saling melempar dengan berbagai alasan di dalamnya. Semoga kelak kita
tidak melakukan seperti yang ada dicerita diatas. Semoga orang tua kita
senantiasa berada dalam berkah kesehatan da panjang umur
Renungilah kata-kata ini:
Seseorang anak akan berhenti membalas budi orang tua disaat
orang tuanya meninggal dunia, dan seseorang anak akan berhenti berbakti pada
orang tua disaat anak tersebut meninggal dunia.
Visualisai 5 kewajiban anak kepada orang tua yang harus di
jalankan :
- Bayangkan mama kita duduk diatas kepala kita
- Bayangkan mata kita mengalami bengkak
- Bayangkan dari hidung kita keluar struktur-struktur organisasi
- Bayangkan dari mulut kita keluar batangan-batangan emas
- Bayangkan dari telinga kita keluar asap
Mungkin teman-teman sangat binggung akan visualisasi yang
disebutkan diatas. Visualisasi diatas saya mendengarnya langsung dari seseorang
yang menurut saya hebat dan Amazing!! Dan sangat bangga saya perkenalkan Ko Randy Tunggeleng S.E.. Maksud
dari masing-masing visualisasi tersebut ialah sebagai seorang anak harus
melakukan kewajiban pada orang tuanya:
- Bayangkan mama kita duduk di atas kepala kita itu berarti sebagai anak harus dan wajib untuk menghormati orang tua
- Bayangkan mata kita mengalami bengkak, itu berarti adalah salah dengan mata kita oleh Karena itu sebagai kewajiban anak yang kedua ialah merawat orang tua disaat sakit dan disaat kedua orang tua kita mengalami tua
- Bayangkan dari hidung keluar struktrur-struktur organisasi, itu berarti sebagai kewajiban anak yang ketiga adalah menjaga nama baik keluarga dan silsilah keluarga
- Bayangkan mulut kita keluar batangan-batangan emas, itu berarti sebagai kewajiban anak yang keempat adalah wajib menjada warisan ( Berupa harta atau nasihat )
- Bayangkan telinga kita keluar asap, itu berarti sebagai kewajiban anak yang kelima adalah melakukan pelimpahan jasa kepada orang tua kita.
Jika artikel ini sangat bermanfaat silahkan dapat dishare ^^
No comments:
Post a Comment